Pertamina telah berhasil memasarkan Biodiesel B40. Merupakan campuran bbm diesel dengan campuran minyak sawit 40%. Saat ini sedang disiapkan untuk dinaikkan menjadi Biodiesel B50. Tingkat kualitas BBM diesel dikenal dengan angka “cetan”.
Ditahun 1980an pernah ada penemuan kemungkinan pemanfaatan buah nyamplung (callophyllum inophyllum) yang banyak tumbuh liar dipantai. Nyamplung ini mengandung minyak yang tinggi. Tetapi perkembangannya tidak terdengar lagi.
Disisi lain untuk BBM bensin yang kualitasnya dikenal dengan angka “oktan”, saat ini yg tertinggi adalah Pertamina Pertamax Turbo dengan oktan 98.
Membaca berita mengenai telah dikembangkannya bensin sawit atau BENSA oleh ITS dengan proses “cracking” memanfaatkan katalis Merah Putih yang dikembangkan ITB. Ini merupakan terobosan teknologi.
Sebelum ini teknologi yang dikenal adalah pemakaian ethanol yang berasal dari tebu. Teknologi ini sudah lama dipakai di Brasilia.
Tahun 2023 pemerintah kita mengeluarkan Perpres 40 Tahun 2023, tentang Percepatan Swasembada Gula Nasional dan Penyediaan Bioetanol Sebagai Bahan Bakar Nabati (Biofuel).
Sebelumnya sekitar tahun 1980an, BPPT melaksanakan proyek GASOHOL. Mengadakan percobaan mencampur ethanol kedalam bensin sampai 10 persen. Serta mendirikan pilot plant produksi ethanol dari ubi kayu atau singkong di Lampung. Sayangnya proyek ini tidak diteruskan.
Beberapa pilot plant pernah didirikan untuk memproduksi ethanol dari nira palm dan nira kelapa.
Untuk bbm bensin ini, kita mempunyai bahan dasar yang cukup luas. Akhir-akhir ini juga viral mengenai bbm dari jerami BOBIBOS, yang secara teknis sedang dibahas dengan Kementerian ESDM. Masalahnya adalah political will. Kita harus meningkatkan dari skala laboratorium menjadi skala industri, supaya dapat dimanfaatkan secara luas.
Siapa yang seharusnya membiayai proses ini?
Selain itu perlukah semua BBM harus didistribusikan oleh Pertamina. Mungkin seperti BOBIBOS kalau telah bisa diterima secara teknis dan diproduksi secara industri, dapat diberikan ijin distribusi di daerah penghasil beras yang pasti mempunyai jerami yg melimpah. Contoh Sulawesi Selatan dan Barat.
Dalam mempercepat untuk melepaskan dari ketergantungan pada bbm fosil, diharapkan Presiden Prabowo bisa mengambil langkah yang tegas. Semoga!
Harjamukti, 15 April 2026
